Breaking News
Showing posts with label Legenda/Mitos. Show all posts
Showing posts with label Legenda/Mitos. Show all posts

Monday, March 14, 2016

INILAH 10 MITOS TENTANG RAKSASA YANG ADA DI SELURUH DUNIA

Banyak Mitos atau Legenda yang menceritakan tentang tokoh raksasa, ada sebagian yang dibuktikan benar, dan tidak sedikit yang merupakan dongeng pengantar tidur.
Raksasa - raksasa ini diceritakan dalam berbagai situasi dan untuk banyak tujuan, sebagai karya sastra, sebagai cerita untuk anak ataupun sebagai mitos yang dianggap keramat dan dipercayai.
Beberapa makhluk digambarkan oleh imajinasi yang jauh lebih hebat dibandingkan dengan legenda raksasa; legenda manusia awal yang penuh dengan cerita tentang Titans dan Nephilim, dengan troll raksasa yang kepalanya menyentuh awan. Dan berikut ini 10 Mitos Tentang Raksasa Yang Paling Terkenal Di Dunia


10. Cyclops

Ras kuno raksasa ditandai dengan satu mata di tengah kepala mereka, Cyclopes menonjol dalam mitologi Yunani dan Romawi . Ditulis dalam Homer's The Odyssey and Virgil's The Aeneid , legenda Cyclops mungkin memiliki beberapa asal-usul sebenarnya.
Diduga penemuan tengkorak gajah oleh orang-orang primitif menyebabkan penciptaan mitos - lubang untuk rongga hidung sangat besar dan mudah dapat menyebabkan kesalahan identifikasi sebagai tempat untuk satu satu mata.

9. Gargantua dan Pantagruel

Berasal dari lima novel saling ditulis pada abad 16 oleh penulis Perancis Francois Rabelais, Gargantua dan Pantagruel adalah ayah dan anak,. Buku-buku yang ditulis dalam gaya satir cabul, penuh bahasa eksplisit dan humor kamar mandi,yang lebih vulgar dan menjadikan prihatin untuk para pemeluk agama . Raksasa ini tidak sesuai dengan ukuran tertentu, memang tinggi badan mereka bervariasi secara dramatis di seluruh seri untuk memfasilitasi elemen plot. Meskipun materi pelajaran dipertanyakan, buku-buku ini masih sangat populer saat ini, yang diajarkan di banyak universitas sebagai salah satu pilar sastra modern.

8. Raksasa dari Jack Si Pemanjat Pohon Kacang

Seringkali konsep pertama dari ceita untuk anak-anak adalah kisah Jack dan Pohon Kacang. Asal cerita agak simpangsiur, beberapa ahli menduga dari Norwegia .
Ada lusinan versi yang berbeda dari cerita, tetapi kebanyakan plot ada adegan Jack memanjat pohon kacang ajaib untuk mencuri harta karun emas dan, akhirnya, membunuh raksasa yang hidup di atas, lalu hidup bahagia selamanya.
Mengacu pada norma nilai, tokoh utama (jack) tidak digambarkan sebagai tokoh yang super dan mutlak baik tabiatnya, namun sang raksasa digambarkan dengan sangat kejam dan jahat. Dikatakan sang raksasa mencium bau darah jack dan berniat untuk memakan Jack untuk makan malamnya

7. Bigfoot

Bigfoot, atau Sasquatch, adalah agak berbeda dari entri lain pada daftar ini - dia dianggap sebagai, setengah hewan yang mungkin ada, tapi hanyag sedikit atau tidak ada sama sekali bukti ilmiah yang mendukungnya.
Digambarkan sebagai "seperti monyet raksasa ', mahluk ini dianggap sebagai mata rantai yang hilang dan mempunyai tinggi lebih dari enam kaki, berkeliaran di alam liar Amerika, khususnya Pacific Northwest.
Seringkali satu-satunya petunjuk yang ditinggalkan oleh Bigfoot adalah jejak besar kakinya, banyak yang sebagian besar palsu .Bukti yang paling terkenal dari keberadaan Bigfoot adalah potongan rekaman penembakan di hutan Bluff Creek, California, pada tahun 1967. Dimensi dan penggerak dari makhluk itu fitur di dalamnya yang memaksa, tapi sampai hari ini tidak ada bukti kuat bahwa Bigfoot ada.

6. Raksasa dari Jotunheim

Menurut mitologi Nordik, Jotunheim adalah salah satu dari Sembilan Dunia (yang lain termasuk bumi, bagi manusia, dan Asgard, untuk para dewa). Jotunheim adalah negeri para raksasa.
Kadang-kadang raksasa ini digambarkan indah, kadang-kadang sangat jelek dan merusak , raksasa sering berdiri dalam oposisi terhadap manusia dan dewa-dewa, dan dapat merusak. Memang, raksasa api dipandang memiliki peran integral dalam Kiamat Ragnarok . Thor, khususnya,ditampilkan sebagai raksasa yang banyak membunuh ,meskipun ia membiarkan nafsu kebuasan menguasainya, dia mempunyai keturunan dari setengah raksasa dan setengah manusia. Loki dan Odin juga memiliki anak setengah raksasa.

5. Paul Bunyan

Pertama didokumentasikan dalam kisah-kisah jurnalis Amerika James McGillivray, dan mungkin berdasarkan kisah sebelumnya dari mulut ke mulut di Perancis-Kanada, Paul Bunyan adalah penebang pohon raksasa.
Sebuah karakter yang lebih besar dari kehidupan normal dalam cerita tradisonal di banyak versi, Paul memainkan peran dalam berbagai mitos penciptaan, seperti menyeret kapak di belakangnya untuk membelah Grand Canyon. Bunyan selalu disertai dengan hewan peliharaannya, seekor lembu biru bernama Babe, dan besarnya sama dengan Paul.Patung raksasa Paul dan Babe ini banyak terdapat di pinggir jalan di puluhan kota-kota di Amerika.

4 . Frankenstein's Monster

Monster ini, yang tetap tidak mempunyai nama di seluruh karya Mary Shelley gothic, digambarkan mempunyai tinggi 8 kaki dan dibalut kulit kuning transparan, yang mengerikan di luar pemahaman. Victor Frankenstein menggabungkan berbagai organ, mulai dari organ binatang yang diambil dari kuburan dan rumah pemotongan hewan, dan dia dipaksa untuk membuat besar karena kesulitan yang melekatkan dan mereplikasi, bagian-bagian kecil yang rumit dari tubuh manusia. Subyek pembuangan dan horor, rakasa ini kabur ke gurun Kutub Utara di akhir cerita, berjanji untuk melemparkan dirinya di atas tumpukan kayu dan melakukan bunuh diri.

3. Jolly Si raksasa hijau

Maskot perusahaan sayuran Raksasa Hijau (anak perusahaan dari General Mills), Jolly Green Giant telah menjadi subyek dari iklan televisi yang tak terhitung banyaknya, menyimpulkan dengan ciri khasnya "Ho ho ho." Setelah debutnya pada 1928, raksasa ini bungkuk , makhluk menyeramkan, tapi versi berikutnya menjadi semakin ramah, mengadopsi rok daun dan senyum seringainya selalu hadir.


2. Little John

Ada beberapa perdebatan tentang keberadaan Robin Hood dan gengnya merry men, yang paling besar di antaranya adalah Little John yang legendaris. Kebanyakan cerita menunjukkan bahwa ia setidaknya 7 kaki, yang akan jauh lebih besar daripada orang sebangsanya di abad 13 .
Dia bertemu dan bertarung dengan Robin satu hari di Sherwood Forest, di mana mereka melakukan pertempuran di sebuah jembatan sempit. Little John menjatuhkan Robin ke sungai dan kemudian memutuskan untuk bergabung dengan grup.
Dia banyak melindungi Robin, sering datang untuk menyelamatkan dalam situasi bahaya besar, dan adalah satu-satunya anggota merry men yang meninggal di sisi Robin Hood.


1. Goliath of Gath

Bisa dibilang Goliath yang paling terkenal dari semua raksasa, Goliat adalah seorang pejuang besar yang menghadapi Filistin melawan tentara Israel di Lembah Ela.
Menantang untuk mengalahkan setiap orang Israel dalam duel, Goliat sangat ditakuti, sampai tantangan itu diambil oleh young david.
Menanggalkan baju besi, pejuang kecil ini mengalahkan Goliat dengan melemparkan batu dari sling dan kemudian memotong kepalanya, mengamankan kemenangan bagi Israel dan membuktikan dirinya sendiri, untuk menjadi raja yang benar.
dikatakan tentang tinggi Goliat agak diperdebatkan; beberapa pendapat mengatakan tingginyah 6 "9 dan yang lain mengatakan dia hampir 10 kaki.

Sources : en.wikipedia.org
Read more ...

Thursday, December 17, 2015

Legenda nini pelet dan ajian jaran goyang di Gunung Ciremai

Legenda Nini Pelet dan Ajian Jaran goyang Di Gunung Ciremai

Akik, Alam, Aneh, Batu, Cincin, Drakula, Energi, Gaib, Halus, Hantu, Hitam, Indonesia, Jawa, Keris, Kitab, Kuntilanak, Makhluk, Malam, Misteri, Misterius, Mistis, Pelet, Pesugihan, Pusaka, Santet, Setan, Sumatra, Susuk, Tuyul, Vampir
 –  Ribut-ribut isu tentang Gunung Ceremai yang kabarnya bakal dijual seharga Rp 60 triliun kepada perusahaan energi terbesar di dunia, Chevron. Meski kabar itu belum terkonfirmasi sampai kini, tapi beberapa hari terakhir isu itu ramai digunjing di situs jejaring sosial, Facebook, Twitter dan forum-forum lain.
Gunung Ceremai memang menyimpang banyak hal. Gunung yang secara administratif berada di tiga wilayah, yakni Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat, itu menyimpang kandungan panas bumi besar.
Ada yang menyebut Gunung Ceremai ini dengan nama Ciremai. Ada yang percaya bahwa gunung itu dulu merupakan tempat berkumpulnya para wali, sehingga kemudian gunung itu diberi nama Ceremai, yang berasal dari kata “Pencereman” yang artinya “Perundingan” atau Musyawarah para wali.
Tapi belakangan ketika Belanda masuk ke Pasundan, menyebut gunung itu dengan nama Ciremai.
Sumber lain, misalnya Wikipedia menulis nama gunung ini justru berasal dari kata Cereme (Phyllanthus Acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai oleh warga sekitar, merujuk pada gejala hiperkorek akibat banyaknya nama tempat di wilayah Pasundan menggunakan awalan ‘ci-‘ untuk
Gunung Ceremai dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut, itu juga tercatat sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat. Selain memiliki kandungan panas bumi besar, gunung ini juga memiliki keindahan memikat, terutama dengan kekayaan flora dan fauna-nya yang melimpah.
Di balik keindahannya itu, Ceremai juga menyimpan banyak misteri, mitos dan legenda mistis yang lekat dengan masyarakat sekitar. Contohnya cerita perjalanan Sunan Gunung Jati di Ceremai hingga legenda Nini Pelet. Untuk mitos keberadaan Nini Pelet di Ceremai ini memang sudah lama menjadi cerita tutur masyarakat sekitar gunung.
Konon menurut legenda, Gunung Ceremai merupakan singgasana kerajaan Nini Pelet. Menurut Masruri dalam bukunya berjudul: Rahasia Pelet, Nini Pelet ini merupakan tokoh yang memiliki kesaktian hebat, khususnya di bidang percintaan. Dia adalah tokoh yang merebut kitab “Mantra Asmara” ciptaan tokoh sakti bernama Ki Buyut Mangun Tapa.
Salah satu isi dari ajian dalam kitab tersebut adalah ilmu “Jaran Goyang” yang dikenal ampuh mengikat hati lawan jenis. Uniknya, ilmu itu sampai kini masih dipelajari oleh kebanyakan orang, terutama para paranormal.
Sementara itu, Ki Buyut Mangun Tapa, si pencipta ilmJaran Goyang”, setelah meninggal dimakamkan di Desa Mangun Jaya, Blok Karang Jaya, Indramayu, Jawa Barat. Untuk Masyarakat di sekitar makam itu meyakini sering muncul harimau siluman yang dipercaya peliharaan ki buyut. Konon, harimau itu sering muncul pada tengah malam, khususnya malam Jumat Kliwon dan Selasa Legi.
Tidak ayal jika makam tua yang berada di daerah pelosok Kabupaten Indramayu itu saban hari tidak pernah sepi kunjungan peziarah. Ada saja orang yang datang berbondong-bondong ke makam bertuah itu untuk menyampaikan permohonan agar terkabul melalui bantuan penunggu makam keramat tersebut.
Oleh warga setempat makam tua yang dikelilingi pohon besar itu dipercaya sebagai makam Ki Buyut Mangun Tapa, orang sakti yang pertama kali menciptakan ajian Jaran Goyang. Tidak salah jika makam Ki Buyut dikenal sangat keramat dan bertuah. Hal itu dibuktikan dengan sering kali terjadi persitiwa aneh sekitar makam Ki Buyut.
Legenda Nini Pelet dan Ajian Jaran goyang di Gunung Ceremai
Legenda Nini Pelet dan Ajian Jaran goyang di Gunung Ceremai
Seperti kejadian aneh yang sering muncul berwujud harimau siluman disertai suara auaman. Sering kali binatang ganas dipercayai sebagai piaraan Ki Buyut itu muncul pada tengah malam. Itu pun pada hari-hari tertentu yang dikeramatkan warga setempat, seperti pada malam Jumat dan Kliwon dan Selasa Legi. Namun, sejauh itu kemunculannya tidak pernah mengusik ketenangan warga.
Dianggap sebagai kejadian yang wajar, karena sosok yang sumarih di dalam makam dikenal sebagai orang yang mengerti dan melindungi warga Desa Mangun Jaya. Masyarat setempat percaya jika Ki Buyut Mangun Tapa, semasa hidupnya, adalah orang yang sakti mandraguna. Dia pelopor keberadaan desa tersebut sekaligus sebagai pelindung warga setiap ada orang yang mengusik ketentraman desa.
Berkat kesaktian itulah tokoh asal Cirebon, Jawa Barat ini berhasil mencipatakan ajian Jaran Goyang yang keampuhannya sampai saat ini masih diakui oleh paranormal. Makam ini, oleh masyarakat setempat dianggap tempat keramat. Karena itu, tidak sekedar didatangi peziarah yang ngalab berkah namun tiap malam keramat sering dijadikan tempat oleh paranormal untuk menggembleng ilmunya dengan menggelar ritual dan tirakatan di sekitar makam. Selain itu, menurut kepercayaan warga setempat, keberadaan makam telah memberi berkah bagi kemakmuran.
Karena itu, setiap tahun, tepatnya menjelang acara cocok tanam warga setempat selalu mengadakan ritual Sedekah Bumi. Melalui ritual tersebut mereka berharap agar tanaman mereka dapat memberikan hasil yang maksimal. Namun, setiap kali digelar ritual tidak diperbolehkan ada pesta meriah seperti mengadakan pagelaran wayang kulit.
Pasalnya, kejadian aneh pernah terjadi beberapa tahun silam, ketika ritual sedang dilaksanakan dengan menggelar wayang kulit. Keanehan terjadi di tempat itu tiba-tiba hujan turun sangat deras. Padahal, di sekitar petilasan cuaca terang benderang. Sejak itu warga tidak berani lagi meramaikan ritual dengan pagelaran apapun.
Keanehan lainnya, seperti dituturkan oleh beberapa pelaku spiritual, munculnya harimau siluman yang sepertinya akan menelan hidup-hidup para petapa. Konon, munculnya siluman mengerikan itu merupakan salah satu ujian yang harus dihadapi para pencari berkah di tempat ini.
Sementara ujian lain yang biasa dihadapi para pertapa adalah, retaknya tanah yang mereka jadikan tempat semedi. Tanah yang menganga itu seperti akan mengubur hidup-hidup orang yang ada di atasnya. Padahal, kejadian gaib tersebut tidak akan mencelakainya. Kalau berhasil mengatasi situasi mengerikan itu seorang pertapa dianggap lulus menjalani lakunya.
Bahkan petilasan Kibuyut Mangun Tapa pun ada di Gua Singkup Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan didalam Gua singkup tidaklah terlalu luas, hanyalah muat 3 orang didalamnya, itu pun tidak leluasa untuk bergerak. Walaupun kondisi gua seperti tersebut tadi, namun ratusan bahkan ribuan orang pernah masuk ke gua ini. Tidak lain mereka hanyalah untuk ngalap berkah dan karomah dari Sang Pemilik Karomah Kigede Tapa, Pangeran Mangun Jaya. Karna diyakini Kigede Tapa atau mertua Prabu Siliwangi sering melakukan tapakur didalam goa.
Bahkan cerita Nini Pelet dan Ki Buyut Mangun Tapa ini menjadi popular ketika muncul serial sandiwara radio yang mengangkat 
Read more ...

Friday, December 4, 2015

7 TEMPAT PALING ANGKER DI JAKARTA

7 Tempat Paling Angker di Jakarta


  

RUMAH PONDOK INDAH
Lokasi: Jln. Metro Pondok Indah, Jak-Sel
Fenomena: Penampakan hantu bapak-bapak dan perempuan.
Sejarah: Masih ingat ramainya pembicaraan di akhir September 2002 tentang hilangnya seorang tukang nasi goreng di depan rumah kosong ini?
Kejadian ini jadi menghebohkan karena di depan rumah tersebut hanya tertinggal gerobak nasi gorengnya. Konon katanya, malam sebelum hilang
tukang nasi goreng tersebut hendak mengantar nasi goreng yang dipesan oleh seorang perempuan ke dalam rumah. Namun, ia tak pernah keluar lagi.
Mengenai sejarah rumah itu, konon seisi keluarga pemilik rumah ini tewas dalam peristiwa perampokan bermotif persaingan bisnis. Sejak itu, banyak
orang yang lewat kerap melihat jelmaan hantu seperti hantu bapak-bapak dan hantu perempuan. Namun, akhir-akhir ini sudah tidak banyak kejadian
horor yang dilaporkan terjadi di rumah ini. Bahkan beberapa waktu lalu, rumah ini sempat dijadikan tempat bermalam para tunawisma.
Testimonial: Sekitar tahun 2002, Nurdin (32), penjual gulai dan soto di sekitar Pondok Indah, mengaku pernah melihat hantu yang menyerupai
bapak-bapak hilir-mudik di halaman depan rumah ini.

TAMAN KOTA LANGSAT, MAYESTIK
Lokasi: Di belakang pasar burung Barito Jak-Sel.
Fenomena: Kuntilanak dan genderuwo
Sejarah: Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olah raga dan bersantai yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang asri.
Hanya saja, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini. Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam hari.
Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak di pohon-pohon di taman Langsat.
Testimonial: Kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman Langsat,
yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karena
mengaku melihat genderuwo. Setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21), Satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering mencium
bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas sumbernya.

LINTASAN KERETA BINTARO
Lokasi: Bintaro, Jakarta Selatan
Fenomena: Makhluk menyeramkan korban tabrakan kereta
Sejarah: Pada 19 Oktober 1987, terjadi kecelakaan kereta yang menewaskan ratusan orang di dekat Stasiun Sudimara, Bintaro.
Di lintasannya sendiri juga sudah berulang kali terjadi kecelakaan yang memakan korban nyawa. Konon, lintasan ini dianggap angker
karena sering terdengar suara orang menangis dan menjerit.
Testimonial: Imam (31), teknisi rel yang bekerja sejak tahun 1996. Ia pernah melihat makhluk yang wujudnya seperti orang berbalut sarung hitam.
Meski kereta sudah bolak-balik lewat melindasnya, makhluk ini tak mau pergi seperti sengaja meledek. Akhirnya di rel tersebut diadakan
pemotongan kerbau. Ia juga pernah bertemu makhluk serupa perempuan Belanda di zaman kolonial, dan kuntilanak melintas di rel.

JEMBATAN ANCOL
Lokasi: Jembatan Ancol (eks jembatan goyang), Pantai Ancol, dan daerah lain sekitar Ancol, Jak-Ut
Fenomena: Siti Ariah Si Manis Jembatan Ancol (populer dengan sebutan Maryam setelah kisahnya diangkat ke layar kaca)
Sejarah: Pada 1995, seorang pelukis di Ancol didatangi seorang perempuan yang meminta dilukis. Ketika pelukis baru menggambar
setengah bagian tubuhnya, perempuan itu menghilang. Warga percaya bahwa perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Mitos ini
sudah dimulai puluhan tahun sebelumnya. Di tahun 60-an ketika daerah Ancol masih berupa empang-empang, seorang pendayung perahu
pernah bertemu dengan Si Manis. Perempuan itu naik perahu malam-malam ddan membayar pendayung tersebut dengan daun.
Keterangan ini didapat dari Kostan Simatupang (65), seorang fotografer keliling di Ancol, teman dari pendayung perahu tadi.
Testimonial: Anshori (38), penjual rokok di dekat pintu keluar Ancol, mengaku pernah melihat Siti Ariah dari dekat.
Ia membuka pertama kali kios rokoknya di sini pada 1990, tepatnya di samping jembatan goyang. Saat itu malam Jumat,
Anshori sedang menunggui kiosnya, agak gerimis. Sekitar pukul 1 pagi, lewat seorang perempuan. Ketika sudah agak jauh,
perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari tersenyum. Anshori menyapa perempuan yang dikiranya
calon pembeli dagangannya itu. Jarak Anshori dengan perempuan itu kira-kira 50 cm. Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis,
serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu. Setelah ditanya hendak belanja apa, perempuan itu menghilang.
Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Semenjak kejadian itu,
Anshori merasa dagangannya kian laku dan rejekinya semakin lancar.

TEROWONGAN CASABLANCA
Lokasi: Jln. Basuki Rachmat, Jak-Tim
Fenomena: Sosok menyeberang jalan, di antaranya nenek-nenek bersama cucunya dan perempuan cantik.
Sejarah: Dibangun di atas tanah pekuburan, terowongan Casablanca terbilang angker. Menurut beberapa warga Casablanca ,
ketika pembongkaran kuburan tersebut, bahkan ada 1 jenazah yang masih utuh. Dari terowongan Casablanca sampai kira-kira radius 40 meter
sesudahnya, banyak terjadi kecelakaan yang penyebabnya tidak masuk akal. Biasanya karena pengendara motor atau mobil melihat sesosok
perempuan tiba-tiba menyeberang di hadapan kendaraannya, sehingga pengemudi kendaraan tiba-tiba banting setir dan menabrak pembatas jalan.
Menurut warga, ada baiknya ketika melewati terowongan ini, pengemudi kendaraan membunyikan klakson untuk “menyapa” penghuni terowongan.
Akhir tahun 90-an, seorang laki-laki separuh baya ada yang menggantung diri dengan spanduk di sini. Jadilah tempat ini semakin angker.
Testimonial: Menurut Ibu Yati Mustofa (43), warga yang tinggal di dekat terowongan Casablanca, warga kerap mendengar suara tangisan,
ketika sumber bunyi dihampiri, suara itu berpindah-pindah.

LUBANG BUAYA
Lokasi: Pondok Gede, Jak-Tim
Fenomena: Arwah korban G.30S dan aura penyiksaan yang masih terasa.
Sejarah: Pada 30 September 1965 , ditemukan jenazah 6 brang jenderal dan seorang letnan TNI dikubur di dalam sumur ini.
Di sebelah sumur tersebut, terdapat ruang yang 7 di dalamnya terisi patung patung patung replika dan terdengar suara yang menceritakan
penyiksaan terhadap ketujuh pahlawan tadi. Di sebelah ruangan tadi terdapat dua rumah lengkap dengan perabot asli. Rumah-rumah tadi disebut
sebagai pos komando dan dapur umum pasukan PKI. Kemudian, dibangunlah Monumen Pancasila Sakti untuk menghormati jasa ketujuh pahlawan tadi.
Testimonial: Hartono (48), warga Lubang Buaya, sudah tak asing lagi dengan cerita penampakan di sekitar lokasi museum dan sumur.
Dia banyak mempunyai teman yang bercerita pernah melihat sosok kuntilanak bila melewati daerah Lubang Buaya di malam hari. Namun dia tak pernah
menyaksikan sendiri. Seorang petugas penjaga loket Sumur Maut yang tidak mau disebutkan namanya mengaku pernah mendengar suara derap sepatu boots
seperti tentara yang sedang berbaris di suatu malam.

TPU JERUK PURUT
Lokasi: Kelurahan Jeruk Purut, Jak-Sel
Fenomena: Pocong, tuyul, kuntilanak, kuntilanak-laki, and if you’re lucky , Pastur Kepala Buntung.
Sejarah: Pada tahun 1986, seorang penjaga makam TPU Jeruk Purut yang sedang jaga malam melihat sesosok pastur tak berkepala melintas di antara makam.
Pastur itu menenteng kepalanya sendiri dan di belakangnya, ikut seekor anjing. Konon, pastur ini “salah pulang”. Ia mencari-cari makamnya yang sebenarnya
berada di unit Kristen TPU Tanah Kusir, sedangkan di TPU Jeruk Purut hanya ada unit Islam. Sapri Saputra, penjaga makam yang melihat pastur kepala buntung itu,
hingga kini masih menjaga makam dan dianggap kuncen atau orang yang dituakan di TPU Jeruk Purut. Kesaksian Bapak Sapri ini kemudian menyebar luas
se-Jakarta dan hingga kini “Sang Pastur Kepala Buntung” menjadi legenda horor di Jeruk Purut. Konon, jika Anda ingin menemui pastur legendaris ini,
Anda harus datang pada malam Jumat dengan jumlah ganjil (sendiri atau bertiga).
Testimonial: Sejak kecil, Asmari (34), juniornya Bapak Sapri, telah terbiasa tinggal di areal pemakaman Jeruk Purut. Ayahnya adalah pegawai Pemda
yang bekerja di sana . Semenjak lulus SD (1986), Asmari menjadi pengurus makam non-karyawan TPU Jeruk Purut mengikuti jejak ayahnya.
Menurut Asmari, pengalaman bertemu dengan makhluk-makhluk gaib merupakan hal yang biasa baginya; mulai dari pocong, tuyul, kuntilanak, kuntilanak laki, dan
lain-lain. Akan tetapi, hingga saat ini dia belum pernah bertemu dengan Sang Pastur Kepala Buntung. “Yang paling jahil itu kuntilanak-laki, ” tutur Asmari.
Ketika sedang ronda, Asmari pernah ditimpuki kerikil dari atas pohon melinjo oleh makhluk ini. Tapi, dari semua pengalaman Asmari bertemu dengan makhluk gaib,
yang paling menarik adalah ketika bertemu dengan tuyul. Pada suatu hari menjelang malam di tahun 1986, Asmari hendak pulang ke rumah bersama ayahnya.
Mereka melihat seorang anak kecil telanjang bulat berlarian di antara makam sambil tertawa-tawa. Anak itu lalu berteriak meminta uang pada Asmari.
Asmari heran karena anak itu tak dikenalnya, sementara ia mengenal semua penduduk di kampung belakang Jeruk Purut. Dulu memang hanya ada satu kampung
yang penduduknya tidak terlalu banyak. Ketika ditanya latar belakangnya, anak kecil mi malah lari ke dalam keramat, sebuah rumah makam tradisional Betawi.
Asmari mengikutinya hingga ke dalam keramat dan, bisa ditebak, anak itu menghilang.

Read more ...

KISAH MISTERI GUNUNG CIREMAI DAN NINI PELET

Kisah ini terpendam sekian lama dan berasal dari episode pendakian Gunung Ciremai yang dilakukan oleh sekawanan oxers yang bersemangat, sekaligus memiliki tingkat kenekatan yang cukup memprihatinkan.

Gunung Ceremai (seringkali secara salah kaprah dinamakan "Ciremai") secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53' 30" LS dan 108° 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. (Wikipedia)

Konon gunung ini menurut legenda adalah tempat singgasana kerajaan Nini Pelet. Purpalawan dan purpalawati dengan style masing-masing yang tentunya berbasic pendaki (baju kebangsaan planel kotak-kotak, carrier 60 kg berhias gandulan matras, etc.) bergerak menuju

Kami bersembilan terdiri atas 4I (Iyen, Iyes, Indra & Inin), Kang Iyus, Kang Dede 'Lungguh', Kang Iwan 'Chiwonk', Kang Mamat 'bos J-co' dan Kang Emir.

Pendakian dikategorikan sebagai nekad karena logistik pas-pasan dan -terutama- kami juga tidak mengantongi izin 'resmi' pendakian dari KUNCEN (juru Kunci Ciremai). Kami memang mendaki agak kemalaman, karena maklum ngedadak berangkat setelah kuliah sore.

Malam itu kami tidur di lereng gunung dengan kondisi 'penginapan alami' seadanya, untuk memulihkan tenaga dan bersiap melakukan pendakian besok paginya. Logistik dan persediaan air minum yang sangat pas-pasan, membuat kami menetapkan target sampai di puncak sebelum ashar dan akan langsung turun lagi ke bawah. Menurut info, jika berada di puncak lewat ashar, terdapat resiko angin badai yang lumayan besar.



Saya sudah berusaha untuk beraktivitas selayaknya purpalawati yang gagah berani, bernyali tinggi, dan kuat mendaki... Tapi apa daya 'beser' adalah karakter lain yang juga melekat dan selalu kebawa-bawa (bahkan sampai sekarang). Keinginan untuk pipis ini, jika diabaikan akan menimbulkan ketidaknyamanan dalam perjalanan.

Masalahnya setiap kami berada di bawah pohon, terdapat 'keunikan' di rute Ciremai ini. Banyak dahan dan ranting pohon berhiaskan 'air kuning' yang dikemas dalam plastik maupun botol bekas minuman. Banyak sekali bahkan sampai berada di dahan yang letaknya diatas sekalipun.


AIR APAKAH ITU?

 Rupanya karena kami tidak menghadap kuncen, kami tidak tahu kalo di Gunung Ciremai DILARANG KERAS buang air kecil di tanah! Larangan tersebut yang telah menyebabkan timbul pemandangan seperti itu. Berapa banyak orang buang air kecil, sebanyak itulah pula kantung-kantung air menggantung di pohon-pohon. Kebayang kan? Setiap kami tengadah, kami teriak, "Awas CIKI!!!" (Ciki adalah singkatan dari bahasa buhun 'Chekee-eeh', red.)

Tapi kami purpalawati (sebab purpalawan gak kami pantau tuh!)... tetap aja pipis di tanah (sebabnya selain gak bawa persediaan kantung plastik sebanyak itu... juga takhayul kata pak ustadz).

Waktu dhuhur kami sejenak rehat hanya untuk sholat jama' qoshor (discount khusus purpala) di antara rimbun ranting kering yang menyerupai gua (alhamdulillah, disana gak ada kantung CIKI!!). Tempat sholat ini cukup nyaman, nun di seberang sana terhalang hamparan langit dan awan yang luas latar gunung Slamet terlihat jelas dan indah...)
Tidak ada yang tahu diantara kami bahwa konon tempat tadi itu adalah... SARANGNYA HARIMAU BERMATA SATU. Makhluk ini konon tunggangan kebanggaan sekaligus sekutu dari Nini Pelet... (Hiiiiy!!!!)

KEANEHAN MULAI TERJADI...
Disaat sudah melewati hamparan pohon EDELWEIS yang berbunga indah dan tentunya penuh berhiaskan kantung-kantung CIKI, sampailah kami di puncak Gunung Ciremai pada persis lewat ashar. Angin bertiup menghembus kencang, membawa suasana kegetiran di sore itu. Ratusan hektar area kawah Ciremai, tetapi tim kami rasanya hanya sendirian. Sungguh kami merasa kecil dalam kebesaran ciptaan-Nya.

Kami masing-masing merasa ada anggota tim yang belum sampai, sehingga kami terus menunggu. Padahal berkali-kali kami hitung, kami sudah lengkap bersembilan. Jadi sebenarnya tidak kurang. Jadiii???

Ketidakamanan angin besar menyerupai badai dan kondisi kawah Ciremai yang labil menganga... membuat kami segera turun...

Dan MISTERI ITU berlanjut...

Kami... bukan hanya saya... merasa kami adalah rombongan yang besar! Alias rame banget yang ngobrol... bahkan saya sempat berfikir kalo kami gabung tim pendaki lain, tapi begitu dicek tengok satu-satu... tetep aja kami bersembilan…
Kondisi pendakian membuat kami menunda waktu makan dan istirahat karena belum menemukan lereng yang agak landai dan aman dari sapuan badai.
Namun maag saya kambuh karena seharian cuma disumpel cokelat de*fi itupun dibagi beramai-ramai. Akhirnya dengan terpaksa kami berhenti dan tim yang baik hati dan tidak sombong itu memasak sepotong mie khusus untuk saya... (ngirit? betul! karena persediaan air tinggal 1 liter aqua untuk bersembilan).

Keadaan rame itu semakin terasa... bahkan di ujung mata saya melihat berpasang-pasang sepatu kets selonjor... (saya beristighfar, sambil masih berbaring di kaki Iyes)... Karena penasaran, saya langsung bangun untuk memastikan... tapi gak ada siapa-siapa lagi selain rombongan kami. Jadi berpasang-pasang sepatu kets selonjor itu punya siapa?
Kami melanjutkan perjalanan turun dengan suasana makin tegang mencekam... Semua senyap dalam langkah menuruni Gunung Ciremai.

"Senter dihemat! Yang dinyalakan cuma satu saja!", seru kang Iyus dari belakang.
Saya yang diurutan pertama tak menghiraukan perintah itu, karena kegelapan menambah angker suasana jalan yang kami lalui.

Sssrrreeettt! Senter Iyes menyorot ujung pohon menjulang, dan... ada bayangan hitam disana!! Mata kami semua sontak tertuju kearah bayangan itu... Luar biasa, ternyata sepasang underwear atas bawah lengkap milik wanita dipasang dengan lengkap dan sempurna di pohon.
"Aya-aya wae! Kumaha masangna?" itulah gumam kami waktu itu... Meski sedikit ketawa, tetapi tetap saja tidak mengendurkan ketegangan...

Telinga saya tiba-tiba mendengar suara Leo Samaritaan (temen kita yang penyanyi itu) dan Teh Willy sedang ngobrol ribut seperti kalo sedang kuliah... (alam bawah sadar saya heran karena tentu saja kedua kawan itu tidak ikut dalam pendakian ini... tapi saya cuma membatin dalam hati... khawatir menularkan rasa takut pada yang lain).

Di tengah ketegangan itu Kang Mamat di belakang nyeletuk dengan suara bergetar, "Kok kayak ada Leo dan Willy ya…?!!"
Saya tercekat dan berkata lirih "Sama Mat... Saya juga denger...”
Suasana menjadi senyap lagi, dengan fikiran masing-masing yang dicekam ketegangan... Kami bahkan sempat berputar–putar dan kesasar jalur, tidak menemukan jalur naik pada siang tadi. Ngerinya, konon di Ciremai kalo salah jalur kita bisa ketemu rombongan macan kumbang..

Iyes yang sejak tadi diam tiba-tiba setengah berteriak, "Duh, geus ngaco yeuh panon !! Saya liat banyak rumah-rumah kayak komplek perumahan gituu!!"
"Istighfar, Yess!" seru Kang Iyus... Bulu kuduk kami tambah meremang berdiri tanpa ada yang berani komentar.

"Kita istirahat sebentar", kata kang Iyus mengingat halusinasi angota rombongan sudah gak karuan.
Mamat duduk sambil setengah bergumam, "Saya liat ada Willy dan Tita pake kerudung hijau...”
Kami saling tatap... karena di dalam tim hanya ada satu yang pake kerudung, yaitu saya... Itupun kerudungnya berwarna putih...)

Kami terduduk dan tiba-tiba tertidur tanpa niat tidur... dengan posisi ransel masih di punggung. Saya terbangun karena dingin dan mendengar suara Inin yang 'ngalindur' (piss... Inin aku buka aibnya nih). Inin ini sangat unik kawan-kawan... Dia biasa ngelindur beberes sambil mata tertutup. Makanya kami dulu senang kalo Inin numpang tidur siang di kosan kami sebelum praktikum sore (berharap dia ngelindur terus beres-beres kamar kost kita..).
Waktu itu Inin ngelindur sambil beres-beres gelarin matras dan sekitar tempat istirahat, mulutnya ngoceh nyuruh saya tidur di matras... tentu saja dengan mata terpejam.

Kami akhirnya turun entah dua jam atau lebih kemudian. Kami segera mencari sumber air untuk shalat subuh yang sudah kesiangan dan akhirnya kami dapat melaksanakan sholat subuh dan mandi koboy di mata air yang ada tugu-tugu batunya. Dan wahai kawan-kawan purpala tercinta, konon katanya batu-batu yang sempat dengan seenaknya kami duduki itu ternyata adalah batu keramat tempat pertapaan Nini Pelet sekaligus tempat pertemuan tokoh ini dengan Sunan Bonang pada masa penyebaran Islam kepada pengikut penguasa sihir tersebut.

Apapun misteri yang kami langgar pada waktu pendakian itu kami simpan rapi dan tidak kami sampaikan kepada siapa-siapa (padahal sebenarnya masih terasa menempel di tengkuk sampai seminggu lebih, meskipun sudah seminggu berada kembali di Jatinenzer). Kalau dipikir-pikir, ada untungnya juga tidak menghadap kuncen... karena akan diberi pembekalan tentang tempat-tempat keramat dan ratusan aturan yang tidak boleh dilanggar selama mendaki Gunung Ciremai.

SEMINGGU kemudian berita tersiar di TV bahwa puluhan macan kumbang turun dari Ciremai menyantap ternak-ternak di perkampungan lereng gunung (kabar burung yang tidak dapat dipercaya mengatakan mereka mencari pasukan yang berani-beraninya buang CIKI di tanah mereka... Nah lho...

Read more ...

Friday, November 27, 2015

MISTERI KUTUKAN "SEGITIGA BERMUDA" DI LAUT KARIBIA

Pesawat yang membawa jutawan fashion Italia, Vittorio Missoni dan lima orang lainnya hilang saat melintasi Laut Karibia. Penyebabnya masih misterius, ada yang menduga itu akibat kegagalan mesin, hingga diduga mereka diculik oleh para penyelundup obat-obatan terlarang.


Di tengah ketidakjelasan itu, muncul teori baru: pesawat beserta seluruh penumpangnya menjadi korban dari "Kutukan Los Roques", fenomena yang dikait-kaitkan dengan Segitiga Bermuda. Demikian dilaporkan media Inggris, The Guardian, seperti dilansir situs sains LiveScience (8/1/ 2013).

Pesawat nahas itu diketahui terbang 140 kilometer dari sebuah resor di kepulauan Los Roques ke Caracas, Venezuela, Jumat lalu, saat ia kemudian dinyatakan hilang. Posisinya saat lenyap ada di lautan terbuka.

Ini bukan kali pertamanya pesawat hilang di kawasan tersebut. Setidaknya 15 pesawat lain dilaporkan mengalami kondisi gawat, jatuh, atau menghilang sejak tahun 1990-an.

Pada 2008 lalu, misalnya, 14 orang dinyatakan tewas ketika pesawat yang mereka tumpangi menghilang saat menempuh rute yang sama dari Los Roques. Tak ada serpihan pesawat yang pernah ditemukan, dan hanya satu jasad yang berhasil dievakuasi. Demikian ungkap VolarenVenezuela, situs penerbangan sipil di Venezuela.

Sejumlah orang mengklaim, musibah itu adalah akibat dari gas metan dalam jumlah luar biasa yang dilepaskan dari dasar laut. Lainnya menawarkan teori aneh, tanpa dasar, bahwa penyebabnya mungkin alien dari luar angkasa yang bersembunyi di balik ombak. Bahkan ada yang menyebut, jiwa-jiwa dari peradaban Atlantis yang hilang ditelan ombak, ikut andil dalam musibah itu.

Mitos Segitiga Bermuda

Mungkin tak ada lokasi di dunia yang semisterius Segitiga Bermuda. Ia adalah wilayah laut di dalam garis imajiner yang menghubungkan tiga wilayah yaitu Bermuda, San Juan - Puerto Rico, dan Miami di Amerika Serikat.

Ada yang menyebutnya Segitiga Setanatau Devil Triangle, Limbo the Lost, Twilight Zone, dan yang paling tenar adalah sebutan Segitiga Bermuda -- terinspirasi dari artikel Vincent Gaddis di Majalah Argosy.

Sepanjang sejarah banyak pesawat dan kapal yang hilang misterius di lokasi tersebut. Penyebabnya, tak jelas. Spekulasi pun beredar: dugaa lubang hitam black hole, atau alien yang bersembunyi di bawah lautan, portal ke dimensi lain, gas methan, lokasi Atlantis yang hilang, hingga rumah iblis, Dajjal.

Namun, kemisteriusan Segitiga Bermuda ditepis secara ilmiah. Salah satunya dari Lembaga pemerintah Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric  Administration (NOAA).  

"Angkatan Laut AS (US Navy) dan penjaga pantai (US Coast Guard) berpendapat bahwa tidak ada penjelasan supernatural untuk berbagai bencana di laut. Pengalaman mereka menunjukkan, kombinasi dari alam dan kesalahan manusia, mengalahkan penjelasan fiksi ilmiah paling terpercaya sekali pun."

Dua lembaga AS penguasa laut, US Navy dan US Coast Guard, juga menambahkan, tak ada peta resmi yang menyebut sebuah lokasi bernama Segitiga Bermuda. Badan Geografi AS (US Board of Geographic) juga tidak mengakui Segitiga Bermuda sebagai nama resmi.  

Selain Segitiga Bermuda, ada sejumlah wilayah yang disebut punya "kutukan" serupa. Ada Segitiga Michigan di Danau Michiga tempat hilangnya sejumlah awak kapal dan pesawat. Juga di Laut Sargasso -- di mana sejumlah kapal ditemukan berlayar mengarungi laut tenang Sargasso tanpa awak satu pun.

Ada lagi Laut Iblis (Devils Sea), yang dijuluki Segitiga Bermuda Pasifik di sekitar Pulau Miyake, selatan Tokyo. Legenda kuno menyebut, ada naga yang hidup di perairan sana -- yang membuatnya punya nama lain, "Segitiga Naga".

via: yahoo.com
Read more ...
Designed By